Kemana Pergerakan IHSG Tahun 2018?

0
380

Salam Bung, setelah sekian lama saya vakum karena kesibukan dan lain hal, kali ini saya kembali dengan membawa topik yang sangat hangat – hangatnya yaitu  KEMANA PERGERAKAN IHSG DI TAHUN 2018? Topik ini sangat hangat untuk saya bahas karena yang kita tahu bersama di tahun 2017 IHSG berhasil memecahkan rekor di kisaran 6600 dan bagaimana pergerakan IHSG di tahun 2018? apakah akan kembali memecahkan rekor atau terjadi penurunan yang sangat dalam?

untuk itu saya akan menjabarkan  dengan menggunakan pandangan dan analisa saya yang biasa saya gunakan untuk memprediksi kemana arah pergerakan IHSG mari disimak cekidot.

1.MAKRO EKONOMI INDONESIA

Makro ekonomi Indonesia adalah salah satu indikator apakah fundamental  ekonomi indonesia bertumbuh , stagnan atau menurun  , sehingga kita dapat melihat kondisi IHSG sekarang apakah IHSG sudah mahal (Over Value) atau murah. (Under Value).

Pertumbuhan Ekonomi

Jika kita perhatikan Data Tabel pertumbuhan ekonomi indonesia dari tahun 2010 sampai 2017 memang terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi indonesia. tapi jika kita perhatikan dari tahun 2014 – 2017 kepemimpinan jokowi – yusuf kalla pertumbuhan ekonomi indonesia ada di kisaran 5,02 – 5,07 yang menandakan secara pertumbuhan ekonomi relatif stagnan dan stabil.

Inflasi

Jika kita perhatikan tabel Data Inflasi 2014 – 2017 Inflasi kita cenderung menurun dari desember 2014 sebesar 8,36% sedangkan juli 2017 sebesar 3,88% dan terendahnya desember 2016 sebesar 3,02% dari data ini dapat disimpulkan Inflasi indonesia relatif kecil , terjaga dan sangat baik tentunya untuk ekonomi kedepannya.

Hutang

Jika kita perhatikan data Hutang indonesia  dari tahun 2012-2017 terjadi kenaikan yang cukup signifikan tahun 2012 sebesar 1.977,7 Trilliun sampai tahun 2017 sebesar 3.864,9 Trilliun. dapat disimpulkan dari segi hutang indonesia terus mengalami kenaikan dari tahun 2012 – 2017 jika tidak dikelola dengan baik akan berdampak buruk.

2. EKSTERNAL DAN INTERNAL

Kebijakan Kenaikan Suku Bunga Amerika Serikat 

kebijakan dagang antar negara . tidak heran pemerintah AS terus menggenjot Capital Inflow dengan berbagai kebijakan salah satunya adalah menaikkan tingkat suku bunga secara bertahan dari tahun 2017.

Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (The Fed)  menaikkan suku bunga 0,25 persen. Hal ini sudah diperkirakan oleh banyak pihak. Akan tetapi, kebijakan the Fed tetap menaikkan suku bunga kembali pada 2018. Ekonomi pun diproyeksikan tumbuh lebih cepat.

Kebijakan the Fed tersebut merupakan masuk dari kebijakan akhir tahun 2017. Ini juga didorong dari data ekonomi relatif baik. Ini merupakan realisasi bagi bank sentral yang berjanji untuk melanjutkan pengetatan kebijakan moneter secara bertahap.

Setelah menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali pada 2017, the Fed diproyeksi akan naikkan suku bunga sebanyak tiga kali masing-masing pada 2018 dan 2019. Sebelum angka 2,8 persen tercapai dalam jangka panjang.

Dengan Kebijakan kenaikan suku bunga (The fed)  tentunya membawa sentimen negatif dari dalam negeri karena dapat membuat Capital Outflow keluar dari market , pelaku pasar menjadi waspada dan terjadi aksi jual yang besar.

  Aksi Beli Dan Aksi Jual Asing Di Market

Harus diakui market Indonesia ( IHSG) sangat dipengaruhi pergerakannya oleh dana asing yang masuk maupun keluar di market. untuk itu kita harus melihat dana asing yang masuk dan keluar dari market untuk memprediksi arah  IHSG ke depannya.

Tentunya ini sangat berkaitan dengan kebijakan yang dilakukan oleh AS sehingga dana asing keluar dari market dalam negeri.

Seperti yang kita lihat dalam 1 tahun terakhir terjadi aksi jual asing ( NG+TN) sebesar 35,02Trilliun , aksi jual asing (RG Market) sebesar 22,56 Trilliun dan totalnya aksi jual asing sebesar  57,57 Trilliun .

Dengan aksi jual yang cukup besar oleh asing sebesar 57,57 Trilliun tentu akan berdampak negatif terhadap pergerakan IHSG untuk kedepannya .

Ketegangan Geopolitik  Amerika Serikat (AS) – Korea Utara 

Ketegangan Geopolitik antara Amerika serikat dengan Korea Utara tidak bisa dipungkiri membuat para investor pasar modal sangat cemas . apalagi dengan adanya isu akan terjadi perang dalam waktu dekat yang kebenarannya belum bisa dibuktikan.

Korea utara dengan terus uji coba nuklirnya membuat Amerika dan sekutunya sangat berang apalagi sudah sekian kali pada tahun 2017 , Korea utara yang dipimpin oleh Kim Jong Un terus saja melakukan uji coba misil atau rudal jarak jauhnya yang sangat mencemaskan dunia khususnya Korea selatan, Amerika  dan jepang.

Pada Tahun 2018 ini tensi Amerika Serikat – Korea Utara mulai menurun setelah Kim Jong Un mulai melunak dan mau berdiskusi tentang dengan Donald Trump tentang Denuklirisasi korea utara.

hal ini tentunya akan membawa dampak positif untuk pasar modal jika ternyata Kim Jong Un dan Donald Trump dapat menyepakati denuklirisasi sehingga investor akan kembali optimis terhadap Ekonomi global kedepannya

Hal ini juga tentunya akan membawa dampak negatif jika Amerika serikat – Korea utara terus bersitegang sehingga   investor akan menjadi cemas dan pesimis terhadap Ekonomi global kedepannya.

Siklus 10 Tahun , Pilkada 2018 dan Pilpres 2019

Krisis dalam siklus 10 tahunan menjadi momok yang menakutkan bagi capital market. Secara historis krisis 10 tahunan terjadi pada 1977, 1987, 1998, dan 2008. Jika menganut siklus tersebut maka siklus krisis 10 tahunan akan terulang pada tahun ini.

Tetapi untuk tahun 2018 sekarang ini sangat berbeda dengan kondisi pada tahun 1998, dan 2008 . karena kondisi ekonomi dan makro indonesia cenderung stabil dan bertumbuh.

Pasalnya, dalam tahun tahun tersebut ada beberapa kondisi dan kejadian khusus yang menyebabkan terjadinya krisis ekonomi. Pada tahun 1998, krisis disebabkan adanya permasalahan dalam perbankan.

 Tahun 1998 memang terlihat angka makro bagus sehingga dipuji Bank Dunia. Tetapi kalau kita masuk lebih dalam, terutama bank sangat mengkhawatirkan. Sehingga menyebabkan krisis yang terjadi mulainya itu di Thailand beralih ke Indonesia karena perbankan kita waktu itu sangat tidak bagus.

Jadi apa yang dapat membuat siklus 10 tahunan  tidak terjadi pada tahun 2018?

  1. Pilkada 2018  harus berjalan dengan baik dan lancar, tanpa adanya kecurangan, Hoax, Rasis,  demo, kerusuhan , dan  pihak yang berkepentingan memiliki jiwa besar menerima kekalahan dan kemenangan.

2.Pilpres 2019, walaupun pilpres akan berlangsung pada tahun 2019 tetapi efeknya sudah terasa pada sekarang ini, sudah mulai ada calon presiden yang di usung oleh masing – masing partai seperti Jokowi dan prabowo, Tensi masing masing kubu mulai memanas untuk memenangkan para presiden yang mereka dukung.  sehingga dapat kita artikan bahwa kesuksesan pilpres 2019 tanpa  adanya gesekan antar pendukung , kecurangan, Hoax, Rasis, dan tentunya sikap kesatria oleh pada pasang calon presiden tersebut menerima dan mengakui kekalahan akan membuat siklus 10 tahunan ini tidak akan terjadi.

3.TEKNIKAL

Teknikal adalah alat analisa untuk dapat memprediksi arah atau trend jangka pendek , jangka menengah dan jangka panjang di  market dengan menggunakan data di masa lalu. Saya juga menggunakan analisa teknikal ini untuk melihat Timing kapan masuk dan keluar di capital market.

untuk itu saya akan menganalisa top to down dari Index dow jones – index IHSG. mari disimak

Chart Dowjones

1.Terjadi patahan dari strong uptrend  sehingga jika support 24000 tertembus akan memasuki trend downtrend dan ressistan 25800 jika tertembus maka akan terjadi kembali uptrend.

2.Terjadi fase sideways untuk saat ini , yang menandakan keragu raguan pada market.

3.Moving average harian , mingguan, bulanan dibawah harga clossing yang menandakan terjadi penurunan atau koreksi yang cukup kuat.

4.Volume terlihat stagnan dan stabil yang menandakan tidak ada aksi beli mau jual yang besar.

Chart IHSG

  1. Dead Cross moving average harian , mingguan, bulanan seperti pada oval di chart IHSG yang menandakan terjadi pembalikan arah dari Uptrend ke fase sideways, bahkan downtrend.
  2. Terjadi patahan dari Strong Uptrend ke downtrend.
  3. CCI menunjukan sinyal strong sell. 
  4. Volume relatif kecil yang menandakan aksi beli dan aksi jual relatif kecil
  5. Jika Support 6233 tertembus maka akan terbentuk downtrend, dan jika Ressistan 6600 tertembus makan akan melanjutkan uptrend.

KESIMPULAN

Untuk Makro  ekonomi indonesia  dari Pertumbuhan cukup baik ,Inflasi yang stabil dan terjaga, Hutang terus meningkat sehingga perlu diperhatikan. sehingga secara keseluruhan Makro ekonomi indonesia cukup baik.

Untuk Eksternal dan Internal sangat berpengaruh terhadap arah pergerakan IHSG kedepan sehingga harus sangat diperhatikan untuk Kenaikan suku bunga AS, Geopolitik, Dana asing,  siklus 10 tahun pilkada 2018 dan pilpres 2019.

Untuk Teknikal Downjones mulai memasuki Fase Sideways yang harus diperhatikan Support & Resistan inti dan untuk IHSG terjadi Dead Cross yang menandakan terjadi penurunan yang cukup dalam.

Menurut analisa saya  IHSG untuk 1-5 bulan ini akan terjadi koreksi penurunan yang cukup dalam dengan range 5800-6200 dan di akhir tahun nanti IHSG akan kembali Mencetak rekor tertingginya ke angka 6700- 7000 yang tentunya harus didukung oleh faktor – faktor yang saya jabarkan. 

Yuk Join ke Grup Telegram baru kami  :

Telegram SahamEdu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.