Pertaruhan Reputasi Dan Prospek Di Balik Saham AISA?

0
193

Salam bung,kali ini saya akan membahas tentang perusahaan  PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) yang waktu itu anak perusahaan  nya yaitu PT Indo Beras Unggul (IBU) tersangkut kasus beras oplosan dari beras subsidi ke beras premium. Penyidik Bareskrim Polri menetapkan Direktur Utama PT Indo Beras Unggul (IBU) Trisnawan Widodo sebagai tersangka. Ia dianggap bertanggung jawab atas kecurangan yang dilakukan PT IBU dalam memproduksi beras . Reputasi Perusahaan ini cukup tercoreng dalam kasus tersebut karena sudah menjadi pemberitaan publik se indonesia bahkan langsung diumumkan oleh Menteri Pertanian Amran sulaiman dan Kapolri Tito karnavian yang akhirnya berimbas dengan aksi jual yang cukup banyak oleh investor . tentu hal ini membuat saham AISA turun sangat signifikan dari harga 2400 ke 865 hingga sekarang.

Gambar 1 Produk Tiga Pilar Sejahtera Food

Bagaimana menurut pandangan saya mengenai hal ini? jujur saja saya sendiri sudah lebih dari 10 tahun mengkonsumsi beras merek Cap Ayam Jago dan Rojo Lele produk dari Tiga Pilar Sejahtera food Tbk (AISA) dan sejauh ini tidak ada masalah dengan beras yang saya makan nasinya pun pulen dan warna berasnya putih seperti pada umumnya.

Saya bahkan bertanya kepada seorang pedagang beras langganan ibu saya , Bagaimana menurut bapak tentang beras merek Maknyuss yang diduga dioplos dengan beras subsudi? saya mendapatkan jawaban yang cukup mengejutkan. Bapak itu bilang bahwa beras subsidi sangat berbeda jauh dengan beras premium dari segi warna maupun kualitas dan rasa. jadi jika dioplos menurut saya tidak karena pembeli akan tahu mana beras subsidi dan beras premium. Bapak itu juga memperlihatkan jenis Beras Subsidi dan Besar Premium kepada saya yang ternyata memang berbeda jauh dari segi  warna dan kualitasnya.

Saya juga membaca berita bahwa PT IBU juga meraup keuntungkan triliunan dari oplosan beras ini yang membuat saya langsung mengecek laporan keuangan  saham AISA tahun 2016 Laba bersih nya sebesar Rp. 593.475.000.000 (593 milyar) . Tentu saya sedikit heran kenapa laba bersih PT AISA di Laporan keuangannya  tidak sampai triliun jika  berita yang menyebut  PT IBU untung triliunan benar . Tapi dalam hal ini tentunya Polisi lebih  berkompeten dan pasti tidak sembarang mengumumkan hal tersebut tanpa data dan penyelidikan  dalam mengecek  kandungan beras merk Maknyuss dan Cap ayam jago yang diduga dioplos tersebut.

Agar lebih mendapatkan gambaran dan pandangan yang menyeluruh saya akan menganalisa secara objektif dengan analisa teknikal maupun fundamental saham AISA ini mari disimak.

Teknikal

Sebenarnya  perurunan saham AISA  sudah mulai terlihat sebelum kasus ini mencuat ke publik dan mungkin para bandar dan investor besar sudah mengetahui informasi tersebut lebih dulu dari pada ritel. Harga saham AISA turun  dari 17/04/2017 sebesar 2360 sampai 06/10/2017 sebesar 965. untuk itu saya akan membahas lebih lanjut cekidot.

Gambar 2 Chart Teknikal AISA

1.Gambar oval 1 menunjukan Pola Sideways yang menandakan terjadi keragu- raguan dari para pelaku market.

2.Gambar oval 2 menunjukan terjadi breakdown yang pecah di harga 1910 yang berarti support kuat telah tertembus sehingga harga cenderung akan turun.

  1. Gambar oval 3 menunjukan Pola Sideways yang menandakan terjadi keragu- raguan dari para pelaku market jika ressistence harga 1000 dapat tembus diproyeksikan dapat mengalami kenaikan kembali
  2. Moving average harian , mingguan, bulanan membentuk pola Dead Cross sempurna yang menandakan terjadinya pembalikan dari uptrend ke downtrend.

5.CCI menunjukan sinyal netral pada oval 1 , sinyal jual pada oval 2 dan sinyal netral pada oval 3.

  1. Dari chart tersebut menandakan Strong downtrend.

Fundamental

Dari segi fundamental Saham AISA  bisa dibilang  termasuk 10 besar kinerja cukup baik pada perusahaan food and beverage dan market caps yang cukup besar .Oleh karena itu dengan adanya sentimen negatif ini apakah kinerja laporan keuangan tahun 2017 akan meningkat? yuk kita simak.

Gambar 4 Fundamental AISA kuartal 1

1.Total Sales kuartal 1 2014 sebesar Rp. 1,153,221,708,266 ,  Kuartal 1 2015 sebesar Rp 1,601,877,000,000 ,Kuartal 1 2016 sebesar  Rp. 1,660,859,000,000 dan Kuartal 1 2017 sebesar Rp.1,457,121,000,000. Pada tahun 2017 dibanding tahun 2016 dan 2015 terjadi penurunan  pada total salesnya yang menandakan sentimen negatif ini cukup berdampak pada penjualan .

2.Net Income kuartal 1 2014 sebesar Rp.98,067,380,604 , Kuartal 1 2015 sebesar Rp.123,968,000,000  Pada kuartal 1 2016  Rp.122,974,000,000 dan Kuartal 1 2017 Rp.103,541,000,000.  Pada tahun 2017 dibanding tahun 2016 dan 2015 terjadi penurunan  pada net income yang menandakan sentimen negatif ini  juga cukup berdampak pada pendapatan perusahaan. .

3.EPS kuartal 1 2014 sebesar 33 , Kuartal 1 2015 sebesar 38  , Pada kuartal 1 2016  sebesar  38 dan Kuartal 1 2017 sebesar 32 . Pada tahun 2017 dibanding tahun 2016 , 2015 dan 2014 terjadi penurunan  pada juga pada epsnya karena net income perusahaan turun. .

  1. PER kuartal 1 2014 sebesar 15.4 , pada Kuartal 1 2015 sebesar 13.6  , Pada kuartal 1 2016 sebesar 7.8 dan pada Kuartal 1 2017 sebesar 10 .Saat ini Per berada pada 8.7 yang menandakan saham ini undervalue atau sangat murah

Gambar 4 Fundamental AISA Kuartal 2 

5.Total Sales kuartal 2 2014 sebesar Rp. 2,448,357,000,000 ,  Kuartal 2 2015 sebesar Rp 3,157,698,000,000 ,Kuartal 1 2016 sebesar  Rp.3,569,540,000,000 dan Kuartal 1 2017 sebesar Rp.3,300,176,000,000. Pada tahun 2017 dibanding tahun 2016 dan 2015 terjadi penurunan  pada total salesnya yang menandakan sentimen negatif ini cukup berdampak pada penjualan .

6.Net Income kuartal 2 2014 sebesar Rp.172,958,000,000 , Kuartal 2 2015 sebesar Rp.195,965,000,000  Pada kuartal 2 2016  Rp.255,960,000,000 dan Kuartal 2 2017 Rp.191,073,000,000.  Pada tahun 2017 dibanding tahun 2016 dan 2015 terjadi penurunan  pada net income yang menandakan sentimen negatif ini  juga cukup berdampak pada pendapatan perusahaan. .

7.EPS kuartal 2 2014 sebesar 59 , Kuartal 2 2015 sebesar 60  , Pada kuartal 2 2016  sebesar  79 dan Kuartal 2 2017 sebesar 59 . Pada tahun 2017 dibanding tahun 2016 dan 2015 terjadi penurunan  pada juga pada epsnya karena net income perusahaan turun. .

  1. PER kuartal 2 2014 sebesar 19.4, pada Kuartal 2 2015 sebesar 15.4  , Pada kuartal 2 2016 sebesar 10 dan pada Kuartal 2 2017 sebesar 14.0 .Saat ini Per berada pada 8.7 yang menandakan saham ini undervalue atau sangat murah.

Kesimpulan

Dari segi teknikal karena sudah turun sangat dalam dan masuk ke fase sideways sangat terbuka untuk harga AISA naik kembali jika Ressistence 1000 tertembus. Dari segi Fundamental sentimen negatif tentu sangat berdampak pada kinerja fundamental 2017 sehingga untuk tahun ini diproyeksikan akan menurun dibanding tahun 2016 , 2015 dan kinerja fundamental saham ini  diproyeksikan akan membaik pada tahun 2018 . dengan adanya sentimen negatif yang sudah mulai mereda efeknya ,  saya sangat yakin dengan harga sekarang yang sangat murah atau undervalue akan kembali naik ke harga instrinsiknya jadi menurut saya sekaranglah waktu yang tepat untuk akumulasi .

Jika ada pertanyaan silahkan corat coret di kolom komentar ya bung, terimakasih.

Yuk Join ke Grup Telegram baru kami  :

Telegram SahamEdu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.