Saham Batubara Anjlok? Intervensi Pemerintah?

0
313

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan akan membuat aturan khusus terkait harga batu bara dalam negeri atau (Domestic Market Obligation/DMO). Batu bara yang digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik akan dibanderol dengan harga khusus, bukan harga pasar.

Harga batu bara DMO ini akan menggunakan formula biaya produksi plus margin keuntungan untuk produsen batu bara. Langkah penentuan harga batu baru merupakan usulan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Menteri ESDM pun  telah menyetujui usulan tersebut pada pekan lalu.

“Memang kemarin ada usulan dari PLN agar ada harga batu bara DMO khusus untuk PLN. Pak Menteri menyatakan,” terang Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Andy N Sommeng, Selasa (12/9/17).

Batu bara menjadi bahan baku untuk pembangkit tenaga listrik. Harganya pun dinilai efisien dan terjamin sehingga tarif listrik pun terjangkau oleh masyarakat. Menteri Jonan pun sudah menetapkan bahwa tarif listrik untuk masyarakat tak boleh naik lagi. Karenanya, harga batu bara pun diatur oleh pemerintah agar tidak naik. Jika harga batu bara dan bahan bakar lainnya naik sedangkan tarif listrik tetap, PLN akan merugi.

“Itu kan memangkas biaya, pada gilirannya akan mengurangi tarif listrik. Batu bara untuk kelistrikan harus dijaga agar harganya stabil,” imbuh Andy.

Program listrik 35.000 MW yang dicanangkan Presiden Joko Widodo akan meningkatkan permintaan batu bara di dalam negeri hingga 2 kali lipat dari saat ini 80 juta ton menjadi 160 juta ton per tahun. Sehingga pasokan batu bara untuk pembangkit-pembangkit listrik harus diamankan.

ini  mungkin akan menjadi  sentimen negatif untuk  saham – saham batubara , tapi untuk prospek batu bara kedepannya tetap bagus .

Yuk Join ke Grup Telegram baru kami  :

Telegram SahamEdu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.