1. Analisis Teknikal

0
565

Analisis teknikal merupakan metode dasar untuk membaca pergerakan harga dengan menggunakan data historis berupa kombinasi nilai harga pembukaan,penutupan,harga tertinggi dan harga terendah. Analisis teknikal menggunakan grafik- grafik atau chart yang terbentuk sebagai dasar utama untuk membaca pergerakan harga , psikologi pasar dalam rentan waktu yang pendek , menengah dan panjang.Analisis teknikal ini wajib dikuasai oleh seorang trader .

Pada prinsipnya analisis teknikal merupakan metode analisis instrumen investasi yang menggunakan data-data historis mengenai perubahan harga saham maupun instrumen lainnya, volume dan beberapa indikator pasar yang lain untuk melahirkan rekomendasi keputusan investasi. Analisis ini bisa diterapkan pada bursa saham, pasar valuta asing, bursa komoditas atau pasar apapun yang pergerakan harga dagangannya dipegaruhi oleh permintaan dan penawaran.

Gambar 1 Candlestick Chart

 

Secara umum, ada tiga asumsi yang melekat pada analisis teknikal ini:

  1. Grafik Merupakan Cerminan Dari Segala Kondisi Yang Terjadi
    Ini adalah asumsi paling mendasar yang dimiliki oleh trader teknikal. Mereka memiliki anggapan bahwa segala bentuk/dampak dari faktor ekonomi, politik, ataupun faktor fundamental lainnya akan tercermin pada chart mereka dan apa yang mereka lihat pada pergerakan historik itulah yang mereka anggap sebagai gambaran keseluruhan atas gejolak pasar yang terjadi.
  2. Harga Bergerak Sesuai Trend Yang Terjadi
    “Trend is friend and price is always right.”Hanya dengan melihat pergerakan secara keseluruhan, trader teknikal sudah bisa menyimpulkan bahwa harga akan terus mengikuti trendnya sampai sebuah trend baru muncul. Artinya, ada kecenderungan dimana harga akan terus bergerak naik ataupun turun sampai pada saatnya ia berbalik arah. Dasar dari asumsi ini adalah bentuk dari ungkapan di atas yang mengartikan trend adalah teman dan harga selalu benar. Ketika seorang trader teknikal akan melakukan risetnya, hal pertama yang akan mereka lihat adalah major trendnya, apakah itu bullish ataupun bearish. Major trend yang terjadi akan menjadi pertimbangan bagi mereka dalam memprediksi harga yang akan datang. Terlepas dari timeframe yang mereka gunakan, ketika melihat pergerakan harga secara dominan, mereka akan terus menganggap harga akan melanjutkan trendnya sampai batasan–dari suatu kondisi tertentu–yang mereka gunakan tercapai.
  3. Sejarah Terus Berulang dan Akan Selalu Terulang
    Apa yang telah terjadi dapat kembali terjadi dan akan terus begitu. Itulah asumsi yang muncul dari apa yang telah mereka amati pada grafik pergerakan harga. Mereka meyakini: ketika terjadi pengulangan terhadap suatu kondisi, itu artinya harga selalu bereaksi sama terhadap kondisi tersebut. Mereka yakin akan adanya siklus dalam pergerakan harga yang akan selau terulang dalam periode waktu tertentu. Hal ini disebabkan oleh sifat dasar manusia yang dari dulu sampai sekarang tetap sama dalam menanggapi pergerakan harga yang terjadi.

Tiga asumsi di atas merupakan perwakilan dari asumsi-asumsi lain yang dimiliki teknikalis secara keseluruhan. Namun demikian, mereka biasanya sangat membutuhkan alat bantu yang terdapat pada chart mereka. Dengan menggunakan alat bantu atau indikator, mereka dapat lebih mudah membaca grafik. Indikator seperti moving averagetrendline, fibonacci dan support ressistence menjadi alat bantu dasar dan paling sering digunakan dalam melakukan analisis ini. Adapun alat bantu dalam analisis teknikal namun bukan merupakan indikator seperti chart pattern dan candlestick pattern menjadi alat bantu yang sangat berguna bagi teknikalis jika mereka bisa mengkombinasikannya dengan indikator yang ada secara baik dan selaras.

untuk lebih mendalam akan saya jelaskan secara rinci di artikel selanjutnya.

Yuk Join ke Grup Telegram baru kami  :

Telegram SahamEdu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.